Bilamana 24 Jam Sehari Terasa Kurang

Dan Jikalau hidupmu tampak susah untuk dijalani . manakala 24 jam sehari terasa masih kurang ... ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi. [...]

Meliora Cogito

Sejak pertama kali aku melihatnya waktu itu aku telah jatuh hati padanya. Cinta pada pandangan pertama. Rasa-rasanya sudah lama kebahagiaan jatuh cinta lagiku terperangkap dalam sebuah peti yang terkunci mati[...]

Ibuku Sayang

Ibuku adalah center of universe di keluargaku,pemegang hak mutlak veto, menteri keuangan, legislatif, head of budgeting, psikiater kawakan, tabib gigi, feodalis[...]

One Republic | Good Life

When you’re happy like a fool/Let it take you over/When everything is out/You gotta take it in(pict source: http://www.sweetslyrics.com)[...]

Kamis, 22 Desember 2011

I do Love Cooking :))

Semenjak "terdampar" di apartemen Puri Casablanca Jakarta, yang ndilalah dilengkapi dengan fasilitas dapur. Maka semenjak itulah hasrat memasak tidak dapat lagi dibendung. Serasa tak puas dengan makanan yang disediakan disini, aku bermodal sayur-sayuran segar, bubuk cabe, nuggets, royco dan seorang asisten ahli memutuskan memasak sop merah pedas dan nuggets.

Junior Masterchef Wannabe

Aku sangat mengapresiasi seorang koki, chef ataupun pemasak amatiran macamku. Buatku mampu meramu berbagai macam rempah-rempah dan sayur-sayur menjadi masakan rumah yang menggugah selera itu sesuatu hal yang "splendid" alias "luarrr biasa" :))

Junior Masterchef lagi beraksi

Memunculkan rasa dari setiap bahan-bahan masakan yang dimasukkan itu membutuhkan ketrampilan, feeling, ada unsur seni di dalamnya! menjaga makan tidak terlalu manis, tidak terlalu asin, tidak terlalu kering, tidak terlalu mentah, well cooked bukan pekerjaan yang remeh. Disini tantangannya, disinilah letak keasikan dari memasak itu sendiri.
Hauce!
Aku rasa ada keajaiban disetiap masakan yang terhidangkan. Aku rasa ada karya seni alias masterpiece yang tidak terbantahkan disetiap makanan yang disajikan

Bon Appetite :))


By Andik with No comments

Rabu, 07 Desember 2011

20 jam di KA Gajayana


Ini adalah oleh-oleh dari perjalanan 20 jam Malang-Jakarta yang aku tempuh dengan menumpang KA Gajayana. Normalnya perjalanan ini ditempuh 'hanya' 14 jam saja, namun kemarin disebabkan ada kereta anjlok diseputaran Madiun sehingga KA Gajayana tidak dapat bergerak selama kurang lebih 3,5 jam lamanya.

Yang menarik dari perjalanan tempo hari adalah percakapanku seputar audio dengan seorang Bapak bernama Willy. Semua berawal dari "Senheisser". Awalnya aku tidak terlalu 'akrab' dengan Pak Willy ini. Namun semuanya berubah ketika saya mengeluarkan PX 80 dan MP3 player.
Pak Willy sontak berucap "Wuahh itu PX 80 ya Mas! yang 600ribuan itu bukan?". Saya jawab "Iya Pak ini PX 80, tapi bukan yang 600ribuan, ini 400an koq". " Bapak koq paham?" "Saya penggemar audio, Mas". Lalu sekonyong-konyong keluarlah Sennheiser HD 202 yang legendaris itu dari saku tas kecilnya. Dan suasana pun langsung cair.

PX 80

HD 202

Kami lalu berbincang seru mengenai audio. Aku memang pendatang baru di belantika per-audio-an, untungnya aku pernah baca majalah "hi-fi" sehingga tidak terdengar newbie banget didepan senior macam Pak Willy. Beliau menceritakan bahwa dia memakai software khusus yang bisa meningkatkan kualitas audio dari mp3 player yang standar. Dia lalu memintaku untuk memakai HD 202-nya lalu terdengarlah sebuah alunan instrumen yang super bening dengan kualitas detail audio yang ciamik. awalnya aku kira itu karena kualitas dari headset HD 202 yang membuat suaranya begitu mantab dikuping, namun Pak Willy menjelaskan bahwa headset itu hanya salah satu penyebab suara bening tadi. Ada satu software yang dibenamkan dalam MP3 player-nya (merk Sansa) yang beliau unduh gratis di situs "rockbox.com". Situs ini menyediakan software yang jika dibenamkan di mp3 player dan setelah di"tuning" dengan benar, maka kualitas audio Ipod paling anyar-pun bukan lagi saingan!

Kami lalu berbincang mengenai keluarga, beliau juga tertarik dengan Blog saya ini (karena saya juga sempet ngutak-atik blog disela-sela perjalanan tersebut). Overall perjalanan 20 jam tersebut berasa tidak membosankan sama sekali :)

Berbeda dengan dua kawan yang juga ikut perjalanan 20 Jam ini. Lihat saja
Ini masih 2 jam di awal perjalanan
Memasuki 10-20 jam perjalanan 

Hehehe... :))

By Andik with No comments

Selasa, 06 Desember 2011

Atas Nama Tjinta

"Kamu gak usah keluar, kamu gak usah bingung, 150 juta itu aku yang nyari, aku juga yang keluar, kamu tau beres" kata temenku kepada 'calon' pasangannya.

Begitulah komitmen sebut saja Jono kepada Jona. Jono rela keluar dari instansi yang sama, rela bayar penalti, demi Jona bisa hidup bersama. Dan aku tegaskan ini bukan serial drama TV, ini riil terjadi di sebuah instansi bukan main.

Tidak sampai disitu saja, Jono sudah pernah melakukan hal-hal gila dalam hidupnya hanya untuk meyakinkan Jona bahwa Jono sungguh cinta bukan buatan. Jono sudah pernah keliling jawa (almost jawa) cuma buat ngrekam ekspresi ucapan selamat ultah buat Jona dr rekan-rekan yg tersebar seluruh Jawa, ini belum termasuk sejuta kebaikan dan perhatian Jono yang tidak tertangkap 'kameraku'. Jono really crazy about Jona.

Dalam hati aku iri dengan kesungguhan seorang Jono, sungguh bukan main apa yang sudah dilakukannya. Jono menantang takdir, Jono menulis ulang takdirnya sendiri,Jona yang dulu apatis sekarang malah jatuh simpatis. Dia 'declare' akan keluar dari institusi demi mewujudkan langkah meminang Jona. Tindakan dia jauh dari sikap pengecut seperti aku.

Alih-alih berperilaku heroik macam Jono, dalam hal mencari tjinta
atau memperjuangkan tjinta, akhir-akhir ini aku sangat konservatif! Main aman, kurang berani, kurang intuitif. Rasa-rasanya aku bukan lagi seorang idealis dan optimis, sekarang lebih pragmatis!

Kemauannya tinggi, tapi ga mau repot ga mau effort *toyor pala sendiri*

By Andik with No comments

Semangat pagi (@yogya)

Gambar Mentari diufuk timur yang saya ambil dari jendela Kereta. Langit Jogja Pagi ini, Semangat Pagi Indonesia :)

By Andik with No comments

    • Popular
    • Categories
    • Archives