Tampilkan postingan dengan label Dunia dlm perspektif Andik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia dlm perspektif Andik. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Agustus 2011 0 Comments

Dirgahayu SMAN 3 Malang | Bhawikarsu

Bhaktya ... Widhagda Karya Sudhira
S'bagai dasar hidup bahagia
Ku tak pernah lengah akan tugas s'bagai pelajar
Menjunjung tinggi peradaban bangsa [.........]


Dirgahayu SMAN 3 Malang semoga tetap jaya di darat laut dan udara
Mencetak insan pribadi yang menjadi penerus cita-cita bangsa
berperan aktif memajukan kesejahteraa umum dan kontribusi kepada umat manusia

Salam Kangen

Andik Kurniawan
a.k.a "teloer"
alumni angkatan 2000 eks CGV-2, Dosa Besar dan P3Ps1



Minggu, 20 Februari 2011 2 Comments

alms

Buraidah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Dalam tubuh manusia terdapat 360 persendian, dan ia wajib bersedekah untuk tiap persendiannya.”


Satu ketika sembari melepas penat setelah seharian berkutat dengan pekerjaan di kantor, aku dan rekan-rekanku mengunjungi sebuah tempat makan pem-pek yang konon paling kondang se-Semarang raya.
" Satu kapal selam, minumnya jeruk anget" kataku. Lalu kamipun larut dalam obrolan-obrolan ringan seputar pekerjaan.
Tak selang beberapa lama, datanglah seorang anak muda usia yang mendekat kepadaku dan kemudian dengan isyarat dia menawarkan diri untuk menyemir sepatuku. Bajunya lusuh penuh bekas semir disana-sini, raut wajahnya lelah, dan jelas terlihat dia sudah banyak mengalami pahit getir kehidupan (mungkin lebih banyak dari yang pernah aku rasakan). Tanpa babibu lagi aku serahkan sepatuku kepada anak itu. Seketika pikiranku melayang, sungguh hidup ini telah begitu berat, hingga anak yang masih begitu belia harus berpeluh-peluh mencari nafkah. Pukul 19.00 dan si anak ini nampaknya sudah sejak sore kesana kemari menawarkan jasa semir sepatunya.

Apa ya cukup mengandalkan uang dari jasa semir macam ini?
Ah salut aku padamu, sedari kecil kau sudah mampu berkekuatan hati untuk tetap tabah dan tegar menjalani hidup yang keras alih-alih mengeluh dan meratapi keadaanmu.

My personal opinion is "menyemir sepatu somehow terasa lebih terhormat dan bermartabat ketimbang jadi pengemis jalanan". Keduanya atas nama mencari makan, keduanya butuh skill, bedanya kalo semir servis dulu baru uang nah kalo pengemis gak ada servis.

Agak menyesalkan juga sih sikap seorang teman yang menapik tawaran semir dari si anak.
"ayolah bro..it wont cost you a dollar" gumamku dalam hati.
Lagian inikan ajang kita bersedekah yang mudah dan gak rempong.

Lagi-lagi kemudian pikiranku melayang-layang, sebenarnya kita ini memang di"tuntut" banyak bersedekah. Setiap karunia hembusan nafas, karunia pikiran, karunia rejeki, dan banyak lagi itu semuakan ada sedekah yang harus di"bayarkan". Aku punya satu pengalaman menarik, bulan februari ini jujur saja aku agak kurang bersedekah. Biasanya begitu aku terima gaji, sudah otomatis aku sisihkan untuk bersedekah terlebih dahulu. Nah karena ke alpa-an ku ini, Alloh nampaknya kurang berkenan, akhirnya pada suatu transaksi tiket pesawat (pekerjaan sampingan) aku harus mengganti rugi klien ku sebesar beberapa ratus ribu karena salah booking. Awalnya aku sebel bukan buatan, karena untung dari ticketing tidak seberapa namun aku harus menanggung kerugian yang cukup lumayan. Namun akhirnya aku tersadar, aku lalai bersedekah. Alhamdulillah aku disadarkan olehNya.

Sedekah itu mudah, sedekah itu justru mendekatkan bukan menjauhkan rizki. Banyak jalan untuk bersedekah. Cukup amati sekitar lingkungan kalian, aku yakin akan kalian temukan obyek-obyek sedekah. Selamat bersedekah :)

footnote:
1. This photos taken withou permission from anggitosoegito, thanks ya Mbak :p

Kamis, 02 September 2010 0 Comments

Selamat Jalan Partner (A tribute to Bambang PY)

Dalam setiap perjumpaan pasti ada perpisahan


His name is Y.P Bambang P.Y, a solid guy who became, both, my partner and my best friend in PT. Perfetti Van Melle Indonesia. He taught me how to dealing with people, how to get sales, how to manage distributor team and he taught me "it is'nt easy to become a good sales".



We were responsible for the same distributor, might be the one and only on PVMI history, two supervisor in one distributor. Our target is breakdown in two, if i can achieve target but he can't, then both of us are underachieving. Thats why many colleagues, superior called us a "twin" or " a banded sales supervisor".


He decide to resigned from the current position effective on 30 August 2010. I wish him a good luck and all the best for his future endeavour.


So long my Friend :)





Minggu, 15 November 2009 1 Comments

Kisah Sepasang Sandal


Aku dibeli dari sebuah pasar rakyat yang jalan-jalannya becek dan disudut-sudutnya dipenuhi tumpukan sampah. Saking kumuhnya pasar ini, bau busuk seperti menyeruak dari segala penjuru pasar ini. Dari selokannya yang buntu, dari tumpukan sampah yang mulai membusuk dan dari air cucian pedagang semuanya berbau busuk. Nampaknya aku harus bersabar dalam penantian panjangku di sudut pasar ini. Menanti pembeli sandal yang rela menyibak kumuhnya pasar ini hanya demi membeli sandal.

Betapa girang hatiku setelah sekian lama aku harus berjejalan di rak yang lusuh menanti dibeli seseorang. Semenjak aku dibuat, pengrajin sandal sudah mematri ingatan ku kuat-kuat sebuah keinginan untuk mengabdikan sepenuh jiwaku untuk Tuanku nantinya. Tugasku sebenarnya cukup sederhana; menjaga kaki Tuanku tetap bersih dari debu dan tidak lecet karena bergesekan dengan tanah.


Dan Tuanku yang baru sangat suka berlari. Kemanapun dia pergi dia selalu berlari, tentunya dengan memakaiku, si sandal baru. Aku berupaya menguatkan sendi-sendiku agar tetap kokoh melapisi kaki Tuanku. Aku relakan bagian diriku harus memuai akibat panasnya jalan, meringis menahan perih karena tergesek kerikil. Tuanku mengajakku berlari menyusuri pematang sawah, menemui safana, berendam di sungai berair jernih, ataupun mengaji di surau. Aku begitu bahagia menemani kemanapun Tuanku pergi. Hingga setiap hari baru menjelang, aku selalu sambut dengan sebuah tanya "kemana kiranya hari ini Tuanku akan membawaku?"

Tidak ada yang dapat mengalahkanku kekagumanku pada Tuanku. Meskipun aku hanya sebuah sandal jepit biasa namun Tuanku memperlakukanku dengan istimewa. Setiap minggu aku dibersihkannya, Tuanku membersihkanku dari debu, menyabuniku hingga wujudku selalu nampak baru. Aku bisa merasakan perhatian istimewa dari Tuanku ini kepadaku. Hingga suatu ketika Tuanku memahatkan inisial namanya di badanku sebagai tanda Dia tidak ingin aku tertukar dengan yang lain. Inilah yang membuat semakin hari aku semakin menyayangi Tuanku.

Hingga di suatu sore aku menemani Tuanku bermain dengan kawan-kawannya. Untuk pertama kalinya aku terkejut dengan keberadaan sandal-sandal lain yang menyelip di kaki kawan-kawan Tuanku. Sandal-sandal ini begitu cantik, begitu unik dan begitu serasi dengan kaki Tuannya. Sandal berwarna-warni itu keluaran pabrik sandal model terbaru. Penampilannya yang begitu menawan membuat dalam beberapa bulan sejak peluncurannya, sandal model terbaru ini laris manis di serbu pembeli. Tuanku diejek oleh kawan-kawannya karena masih menggunakan model sandal yang lama.


Malam pun menjelang, disudut rak sepatu aku termenung memikirkan peristiwa tadi sore yang menimpa Tuanku. Aku tentu merasakan tidak enak hati karena akibat keberadaanku, Tuanku dianggap ketinggalan jaman. Jujur saja keadaanku saat ini sudah tidak sebaik ketika saat pertama aku dibeli. Karet bagian bawah sudah mulai tipis akibat kerasnya gesekan medan bumi yang dilalui Tuanku, warnaku pun sudah mulai memudar karena terpapar terik yang matahari, belum lagi bagian karet yang memeluk bagian jari sudah mulai koyak dimakan usia. Tak terasa air mataku pun meleleh, aku tahu kebersamaanku dengan Tuanku tidak akan lama lagi. Cepat atau lambat Tuanku akan berhenti memakaiku dan menggunakan sandal model terbaru. Tentu saja Tuanku tidak ingin menjadi bahan olok-olok kawan-kawannya hanya karena keberadaanku. Aku jelas akan sangat merindukan bermain-main lagi bersama Tuanku.

Pagi ini aku masih teronggok di rak sepatu Tuanku, biasanya selepas beduk Tuanku pulang dari sekolah dan kemudian pergi bermain ke empang. Aku kuatkan diri untuk tetap bersabar menanti kepulangan Tuanku tersayang. Aku sudah rindu ingin memeluk kakinya lagi. Lama aku menanti Tuanku tak kunjung kembali, perasaanku mulai gelisah, apakah ada sesuatu hal buruk yang menimpanya di jalan?
Tak terasa dari ufuk barat sinar matahari mulai temaram. Tuanku belum juga pulang. Hatiku semakin gelisah tak karuan. Tiba-tiba aku mendengar suara pintu terbuka, Tuanku datang namun apa yang aku lihat! Tuanku datang dengan mengenakan sepasang sandal baru warna jingga. Bagian karetnya masih tebal dan nampaknya cukup nyaman untuk melandasi kaki Tuanku. Selain tulisan Made in Italy aku melihat penampilan sandal itu begitu cantik menggeliat manja di kaki tuanku. Sama sekali tidak ada kesempatan bagiku untuk bersaing dengan sandal baru itu.

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Tuanku memasukkanku kedalam tas plastik kecil. Di kepalaku ada sejuta prasangka menyergap benakku, hatiku bertanya-tanya hendak dibawa kemana diriku pagi-pagi buta begini? Apakah Tuanku hendak membuangku? Aku bingung dengan sikap Tuanku ini. Dengan langkah cepat Tuanku berjalan menuju suatu tempat yang nampaknya telah direncanakan sebelumnya. Sepanjang perjalanan tak henti aku mengutuki kehadiran sandal baru dari Italy itu, tentu saja karena kehadirannyalah aku jadi tersingkir seperti sekarang ini. Aku mengiba dalam hati semoga Tuanku berubah pikiran dan tidak meninggalkanku sendiri.


Aku merasakan Tuanku telah sampai pada tempat tujuannya, dia letakkan aku yang masih dalam keadaan terbungkus tas plastik. Aku tidak mampu melihat dengan jelas dimana saat ini Aku dan Tuanku berada. Yang jelas aku tidak mencium bau busuk sampah yang berarti aku bukan di tempat pembuangan sampah pun aku juga tidak sedang akan dihanyutkan disungai karena aku tidak mendengar suara aliran air sungai didekat kami. Sayup-sayup aku mendengar suara orang mengaji dan terdengar pula suara Tuanku sedang bercakap-cakap dengan seseorang. Sekonyong-konyong aku diambil oleh Tuanku dan diletakkannya dipelataran. Ternyata Tuanku membawaku ke surau tempat dia biasa mengaji. Berdasarkan apa yang aku dengar dari percakapan Tuanku, nampaknya Tuanku telah memberikanku kepada Takmir surau ini agar dapat digunakan jamaah maupun santri yang akan mengambil wudhu. Aku menghela nafas panjang ketika aku melihat Tuanku membalikkan badan dan beranjak pulang. Aku sadar Tuanku lah yang Maha berkehendak terhadap aku, tiada daya yang bisa aku lakukan untuk menghalangi kehendak Tuanku.

Saat ini aku menjalani kehidupan baruku sebagai sandal WC surau Tuanku. Setiap orang bebas menggunakanku lebih-lebih ketika mereka harus buang hajat. Meskipun demikian kadang aku masih dapat bertemu dengan Tuanku disini. Aku masih bisa menggenggam kulit kakinya dan memberikan pelayanan terbaikku melindungi dirinya. Semua ku jalani dengan sepenuh hati, toh esensi pengabdianku tetap sama sebagai sepasang sandal.

footnote:
1). Saya kira saya pernah membaca sebuah tulisan mengenai sandal-sandal tapi untuk tulisan ini saya garansi 100% hasil karya pribadi (bukan bajakan)

2). Terimakasih kepada http://www.nafed.go.id/images/igds/D1_Sandal%20Weidenmann%20.jpg dan http://anakjenius.files.wordpress.com/2009/06/sandal-jepit.jpg atas gambar sandal-sandalnya.

3). Tulisan asli dapat dilihat pada alamat berikut : http://andikababulu.blogspot.com/2009/11/kisah-sepasang-sandal.html

Rabu, 30 September 2009 0 Comments

Mamali (Mari Memaknai Kembali)


Sebagaimana menanam keburukan maka akan menuai keburukan, sedangkan jika kita menanam kebaikan pun akan sering berbuah kebaikan pula. Dan satu kebaikan kecil akan memberikan perubahan yang luar biasa besar [sang pemimpi, hal. 184]


Seberapa banyak dari kita yang telah mulai kehilangan makna dalam menjalani hidup di dunia ini? Alih-alih berbuat yang terbaik justru malah larut dalam rutinitas tanpa makna.

Betapa banyak dari kita mulai dengan ringan mengucap kata "Miss You" atau "Aku Sayang Kamu" kepada pasangan kita dalam kondisi sekedar membuat pasangan kita tidak jadi cemberut. Kata yang diucapkan begitu enteng, saking entengnya tidak sampai semenit sudah menguap bak tetesan alkhohol pada kulit manusia.

Atau betapa banyak Istri-istri jaman sinetron "Isabella" mulai lupa bagaimana menyambut suaminya pulang dari kerja. Ada yang dengan santainya berkata "Kopi-nya bikin sendiri deh , Pa!" sambil meneruskan menonton televisi. Pun demikian sang Suami, himpitan deadline kerjaan lebih penting ketimbang melihat perkembangan si kecil yang mulai belajar mengeja.

Apa jadinya Dunia ini jika kemudian Pak Tani sudah kehilangan makna bercocok tanam? Ketika yang dipikirkan hanya meraup keuntungan besar tanpa memikirkan kualitas dari bulir-bulir padi yang dihasilkan, tingkat penggunaan pestisida, maupun dalam pengolahan lahan pertanian itu sendiri.

Apa yang kemudian akan terjadi jika penarik gerobak sampah tidak lagi punya makna dalam menjalani tugas-tugas mengangkut sampahnya? Disela peluhnya yang bercucuran maka sambil menggerutu dia sekadar memindahkan sampah dari tong ke gerobak. Dia tidak berusaha memaknai bahwa tanpa kehadiran mereka Dunia sudah tertutup sampah saat ini.



Lalu apa jadinya ketika Guru-guru dan Dosen kemudian rame-rame melamar jadi pegawai perusahaan minyak atas dasar perbaikan kesejahteraan. Yang terjadi adalah kekosongan garda depan pembebas bangsa dari buta aksara, the lost generation bahkan mungkin sikap kebinatangan merajalela di segala penjuru bumi tanpa sentuhan pelajaran budi pekerti.

Saudara-saudaraku yang sedang berjubel dalam bis kota demi sesuap nasi di Ibu kota, kawan-kawan buruh yang menjadi roda perekonomian negara dan pemimpin-pemimpin bangsa yang sedang merumuskan strategi memakmurkan negeri. Mari kita rehat sejenak dari kesibukan yang kita lakukan saat ini dan bertafakur sejenak. Apakah tanda-tanda kehilangan makna sudah mulai menodai aktifitas anda sehari-hari?apakah yang anda kerjakan saat ini hanyalah semata demi gajian esok nanti? Apakah anda sering mengeluh dengan keadaan yang anda alami saat ini?


Mari kita rubah dunia ini dengan satu langkah kecil, kawan. Memaknai kembali segala aktifitas yang sekarang kita lakukan. Dengan kesadaran penuh tentang pentingnya peran-peran anda dalam menjaga kehidupan ini tetap balance, maka tidak perlu risau jika saat ini anda adalah seorang penjual sayur, berangkatlah dengan ikhlas setiap shubuh menjelang, memutari blok demi blok perumahan mejajakan sayur-mayurmu, karena disetipa rumah ada anak-anak yang membutuhkan gizi dari sayurmu itu. Bagi penjual gado-gado diseputaran kampus, ikhlaskan setiap cucuran keringat yang jatuh ke bumi setiap kali engkau menghaluskan bumbu kacang, karena mahasiswa-mahasiswa calon penerus bangsa membutuhkan nutrisi untuk berpikir mengerjakan tesis mereka tentang persoalan bangsa. Terakhir namun tak kalah penting, bagi para pelajar di seantero nusantara, dibahu-bahumu ini kemudi bangsa nantinya disandarkan, maju atau hancurnya bangsa ini terletak pada derap langkahmu menuntut ilmu 6 hari seminggu.

Tidak satu tetes pun keringat jatuh ke bumi tanpa sepengetahuan-Mu, tidak satu ujung daun pun jatuh ke bumi tanpa kehendak-Mu. Maka hebatkanlah kami dalam mengejar ridho-Mu. Ilhamkan lah keikhlasan yang luhur dalam setiap detak jantung kami. Dan jika kami tidak Engkau beri peran besar di bumi ini maka cukup Engkau lipat gandakan peran-peran kecil di setiap langkah kami. Amin


Footnote :
[original post in http://andikababulu.blogspot.com/2009/09/mamali-mari-memaknai-kembali.html]
[terinspirasi oleh Cahaya yang Baik]

Selasa, 29 September 2009 0 Comments

UKIR (Untuk Kita Renungkan)


Suara tarkhim dari speaker masjid Al-Ghozali Tlogomas mengumandang membahana membelah suasana subuh. Menandai sekitar 10 menit lagi akan masuk waktu sholat subuh.

Sholatuwassalamualaih..lailahi nabi mujahidddiiiin..Ya Rosullaaahh…Sholatuwassalamualaih..Ya shiratul huda..Ya qoiroqoitillaaaah..( Syaik Mahmud Al-Husari) Tarkhim.mp3>>free download


Langit Tlogomas begitu cerah, secerah dini hari di Madinah Al-Munawwarah waktu itu. Para sahabat berkumpul di masjidmu. Angin sahara membekukan setiap jamaah yang hadir, gigi mereka bergemeretak dan kaki berguncang.

Tiba-tiba pintu hujrah terbuka dan Rasulullah pun datang. Sahabat-sahabat kemudian memandang engkau ya Rasul, "Assalamu'alaika ayyuhan nabi warahmatullahi wabarraktuh" terdengar suara sahabat memberikan salam secara bertaut-tautan. Kau pun tersenyum ya Rasul, Sahara pun mendadak berubah menjadi hangat. Kau pun bersabda "adakah air pada kalian?"

Seketika para sahabat sibuk memeriksa kantong-kantong mereka. "Berikan padaku wadah yang basah" sabda Mu. Sketika ratusan sahabat berebut mendekat dan masing-masing ingin mempersembahkan wadahnya kepada Nabiyullah. Nabi kemudian memilih satu wadah kosong, kemudian Subhanallah, dari sela-sela jarimu yang mulia mengalir air. Sahabat pun berdesak-desakan ingin berwudhu dari pancuran air suci Mu. Air tersebut begitu sejuk, begitu harum, begitu lezat. Abdullah bin Mas'ud pun mereguk dengan sepuas-puasnya.

Qad Qamatishalah..Qad Qamatishalah..para sahabatpun kemudian shalat bersama di belakang Nabi. Ayat-ayat suci terlantun begitu indah. Dada-dada pun berdesir mendengar lafadz-lafadz suci dariMu ya Nabi.
Seusai shalat dengan senyuman, Nabi bertanya "Siapakah makhluk yang paling menakjubkan imannya?"
Sahabat pun serempak menjawab "Malaikat ya Rasullulah"
Nabi menjawab " Bagaimana mereka tidak beriman sementara mereka berada di samping Tuhan mereka"
Sahabat lanjut menjawab "kalau begitu Nabi ya Rasul"
Nabi menjawab "bagaimana mereka tidak beriman sementara wahyu turun melalui mereka"
"kalau begitu kami ya Rasul, para sahabat Mu" jawab Sahabat kembali.
"Bagaimana kalian tak beriman padaku padahal aku berada di tengah-tengah kalian? Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman? Mereka menyaksikan apa yang mereka
saksikan." jawab Rasullullah.


Sahabat berkata " Aku tahu, ya Rasulallah, kami telah saksikan mukjizatmu. Kulihat wajahmu yang bersinar, kulihat air telah mengalir dari sela jemarimu, bagaimana mungkin kami tak beriman kepadamu. Lalu siapa sebenarnya yang paling menakjubkan imannya?"






Langit Madinah bening, bumi Madinah hening. sahabat termangu. Ah, gerangan siapa mereka itu? Siapa yang kaupuji itu, ya Rasulallah? Sahabat menahan napas, mencurahkan segenap perhatiannya. Dan bibirmu yang mulia mulai bergerak, "Orang yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang datang sesudahku. Yang beriman kepadaku, padahal mereka tak pernah melihat dan berjumpa denganku. Yang paling menakjubkan imannya adalah orang yang datang setelah aku tiada. Yang membenarkan aku padahal mereka tak pernah melihatku. Mereka adalah saudara-saudaraku."

Sahabat terkejut " Ya Rasul, bukankah kami saudaramu juga?"

Nabi menjawab, "Benar, kalian adalah para sahabatku. Adapun saudaraku adalah mereka yang hidup setelah aku. Yang beriman kepadaku padahal mereka tak pernah melihatku. Merekalah yang beriman kepada yang gaib, yang menunaikan salat, yang menginfakkan sebagian rezeki yang diberikan kepada mereka...(QS. Al-Baqarah; 3)"

Kau diam sejenak ya Rasulallah. Langit Madinah bening, bumi Madinah hening. Kemudian kau berkata, "Alangkah rindunya aku berjumpa dengan saudara-saudaraku. Alangkah beruntungnya bila aku dapat bertemu dengan saudara-saudaraku."
Suaramu parau dan butiran air mata tergenang di sudut matamu. Kau ingin berjumpa dengan mereka, ya Rasulallah. Kau rindukan mereka, ya Nabiyallah. Kau dambakan mereka, ya Habiballah....

Sahabat pun iri kepada kita umat Nabi Muhammad. Mereka iri pada umat yang menatap wajah Nabi saja belum pernah, berjamaah dengan Nabi pun tak kan pernah. Pada Umat ini diberilah ganjaran yang lebih tinggi karena mereka beriman tanpa pernah melihat mukjizat Rasulullah, tidak pernah kering bershalawat walau tanpa pernah duduk berdampingan dengan Rasulullah.

Umat yang hidup dijaman Miyabi, Umat yang hidup hanya untuk makan sehari-hari
Umat yang dibuai harta, digelayuti dunia

Semuga kita tidak patah arang, tetap istiqamah di jaman yang serba susah..amin




Dimodifikasi dari tulisan KH. Jalaluddin Rakhmat dengan judul "Subuh yang Indah bersamamu, Ya Rasul"

Rabu, 15 Juli 2009 0 Comments

Diplokotho(dibodohi,red) Hape !!


“Rapatkan dan luruskan shaf. Matikan HP, sekarang!!!” seruan yang mungkin tidak lazim terdengar pada sebuah jamaah shalat. Seruan mematikan HP ternyata sudah menjadi bagian tidak terpisahkan yang disampaikan oleh Imam sesaat sebelum takbiratul ikram selain merapatkan dan meluruskan shaf. Seruan ini muncul akibat keliwat seringnya suara HP mendadak bak tamu tak diundang berdering ditengah-tengah kekusyukan kita sedang melakukan shalat. HP yang pada jaman Rasulullah belum eksis, mendadak menjadi makhluk superpower yang membuat manusia, notabene penciptanya, malah menjadi budaknya.
HP memiliki daya pikat kuat yang membuatnya tidak terpisahkan dari kehidupan manusia saat ini. Dari 24 jam dan 7 hari yang dimiliki manusia, bisa saya pastikan HP anda on terus, mungkin hanya tersisa sekitar 1-3 jam seminggu HP anda off untuk sekedar di-charge. HP menjelma menjadi tangan ketiga manusia, ditenteng ketika berbelanja, di-keloni saat kita tidur, menyelinap di saku kemeja ketika rapat dengan bos, mungkin juga menggigil saat menemani kita mandi. Begitu luarbiasa HP ini menembus setiap sudut manusia, bahkan bagian paling sakral sekalipun yakni saat menghadap Allah.

HP memang didesain untuk memudahkan kehidupan manusia (pada awalnya), namun saat ini yang terjadi justru HP membuat kualitas kita sebagai manusia, makhluk berakal menurun. HP sebagai sebuah bentuk kemajuan jaman memang menawarkan keuntungan bagi pemakainya, namun juga ada ongkos yang harus dibayar. Rekreasi dengan keluarga menjadi tidak nikmat, akibat ayah sibuk menerima panggilan lewat HP. Tidak muncul suasana harmonis di rumah akibat masing-masing anggota keluarga asik bermain HP. Sedang bercengkrama dengan kawan mendadak diganggu HP berteriak-teriak memanggil. Bahkan ketika dilapangan tenes hendak servis mendadak HP berdering dan menghentikan permainan.
Saya tidak menyuruh anda untuk berhenti memakai HP lho! tapi alangkah baiknya jika kemajuan teknologi ini kita sikapi dengan bijak. Andalah yang memegang kendali! bukan HP anda. Maka jika memang ada momen-momen penting dimana anda tidak ingin mengangkat HP janganlah kemudian di-silent, matikan saja sekalian, lebih-lebih ketika menghadap Allah.
Senin, 13 Juli 2009 0 Comments

I'd Rather write to you than talk with



Menulis membantuku dalam berlatih mengingat, menganalisa, maupun menarik kesimpulan dari kehidupan sehari-hari yang terfragmentasi secara berpola, hanya saja kepingannya kadang terlalu banyak dan berserakan sehingga pola yang terbentuk menjadi samar. Dengan menulis, aku mengingat kembali kejadian-kejadian yang telah aku jalani dan jika beruntung maka aku akan dapat melihat semacam benang merah antara satu kejadian dengan kejadian yang lainnya.

Menulis membuat pikiran kita bisa melintasi ruang waktu, kita bisa tiba-tiba berada kembali di masa-masa anak-anak, dan dalam hitungan detik pikiran kita melakukan runut maju menelaah mimpi-mimpi di masa yang bahkan sampai saat ini belum eksis sementara fisik kita tetap di masa sekarang. Kemampuan melakukan evaluasi dan perenungan diri alias merefleksi khas makhluk terbaik ciptaan Allah. Semua kehebatan alam pikiran manusia ini tidak dimiliki oleh makhluk lain ciptaan-Nya, mekanisme seperti ini diulas Stephen R. Covey dalam bukunya yang best seller yaitu 7 habits of highly effective people.

Tiga bulan terakhir adalah masa-masa menulis paling indah yang pernahku rasakan selama hampir seperempat abad eksis di muka bumi. Skripsilah yang membuatku intensif menulis. Aku bisa menulis sambil tiduran, menulis sambil menyilangkan kaki dimeja, menulis sambil membaca, menulis sambil mendengarkan musik, menulis sambil mengudap bahkan menulis sambil melihat orang lalu-lalang di jalan. Semakin beragam gaya dalam menulis maka inspirasi maupun tulisan yang dihasilkan makin beragam pula. Kalau aku mau menulis serius maka posisi tempat duduk aku setel tinggi dan duduk merapat ke meja cara ini membuatku merasa fokus pada tulisan yang akanku buat, biasanya cara semacam ini untuk menulis penelitian atau membuat jurnal. Kalau mau menulis blog, biasanya aku colokin dulu headphone dan scrap semua playlist di winamp, ganti dengan lagu-lagu dengan tempo sedang, macam King of convenience atau Barry Manilow.



Ada saat di mana inspirasi mengalir begitu sempurna, setiap frasa dan kata bisa berkaitan dan semacam menari-nari membimbing gerakan tangan menekan keyboard, keadaan seperti ini very rare dan kalau udah under this circumstances saran saya push aja terus jangan disela bikin kopi atau kesibukan lain. Ini adalah peak performance! Hehe..
Namun yang mungkin sering terjadi adalah keadaan stuck, mau nulis apa, alias tidak tahu bagaimana harus memulai. Keadaan seperti ini jelas akan menyulitkan kita dalam menulis. Prinsipnya adalah otak itu seperti mesin mobil, jadi butuh di starter dulu jangan langsung jalan. Panasi dulu mesin otak anda dengan membaca buku favorit anda, membaca tulisan orang lain yang menginspirasi, kemudian start menulis. Inspirasi bukan ditunggu tapi diraih.
Ada semacam perasaan lega, puas dan segar ketika berhasil menyelesaikan sebuah tulisan. Perasaan ini ibarat candu bagiku agar setiap kondisi memungkinkan maka sebisa mungkin aku menulis. Sungguh mengasyikkan jika tulisan kita diapresiasi oleh orang lain, namun bagiku semua itu adalah bonus sampingan, yang penting tulisan kita bisa memberi warna syukur-syukur menginspirasi itu saja sudah cukup :)
Selamat menulis..



Kamis, 07 Mei 2009 0 Comments

Sepakbola pada Level Tertinggi


Dini hari (6/5/09) alih-alih tidur nyenyak dibawah selimut tapi aku malah tetep terjaga di depan teve. Bagaimana tidak, pagi itu semifinal Liga Champions memasuki babak semifinal antara Barcelona vs Chelsea. Rasanya tidak rugi bela-belain begadang nonton bola, seingatku begadang seperti itu terjadi terakhir tahun 2008 saat kompetisi EURO berlangsung.

Sekilas Pertandingan

Chelsea yang mengawali laga home dengan advantage 0-0 pada pertandingan di Nou Camp langsung mencetak gol melalui tembangan voli kaki kiri Essien yang begitu dahsyat dari luar kotak penalti saat usia pertandingan baru berjalan 9 menit. Overall dapat saya katakan bahwa pertandingan sangat mungkin dimenangkan oleh Chelsea. Fakta berbicara meskipun menguasai ball possesion, namun Barca tidak mampu menghasilkan peluang matang (shot on goal). Lini belakang Barca yang compang camping akibat absennya Puyol dan Marquez sering kelimpungan oleh serangan yang digalang Drogba, Lampard, dan Anelka. Beberapa kesalahan Yaya Toure, yang bermain di posisi tak lazim sebagai centerback, sangat fatal dan hanya beruntung akibat kurang jelinya wasit Tom Henning Ovrebo.
Backline dari Barcelona ini bahkan lebih buruk dari standar eredivisie (Liga Belanda). Bahkan Hiddink pun mengira Busquets lah akan akan menjadi centerback bukan Toure (www.guardian.co.uk).

Kesalahan fatal lini belakang Barcelona harusnya dapat memberikan paling tidak 2 tendangan penalti bagi Chelsea. Satu akibat dijatuhkannya Drogba oleh Toure, dan satu lagi handball dari Gerard Pique. Jika ini terjadi maka skor akhir bisa jadi adalah 3-1 untuk Chelsea.
Bukan Eto'o..Bukan Messidonna..Bukan Henry but it's Iniesta The Ilutionist


Pemecah kebuntuan dan sekaligus penyelamat Barcelona adalah Iniesta. Sepakan terukurnya kesudut kiri atas gawang Cech lah yang memberikan away goal advantage bagi Barcelona saat pertandingan sepertinya akan berakhir dengan lolosnya Chelsea. Awalnya ,pemain yang dijuluki El Ilusionista, dipasang sedikit melebar disebelah kiri. Beberapa kali aksi dribblingnya terhadang tembok berlapis dari Chelsea pun passing-passingnya tidak sebrillian ketika melumat Madrid pekan lalu. Dan pada menit 89, berawal dari penetrasi messi lahir lah peluang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Iniesta. Anda bisa bayangkan sejauh 90 menit pertandingan, sepakan Iniestalah yang merupakan satu-satunya shot on goal bagi Barca.
"Jika terjadi di menit kelima mungkin saya akan menedangnya ke arah penonton, tapi saya menyepaknya dengan sepenuh jiwa saya dan bola mengarah ke tempat yang seharusnya," ungkap Iniesta dalam wawancaranya dengan Canal Plus seperti diberitakan Yahoosport.


Tom Henning Øvrebø sang Kambing Hitam


Kalau anda melihat pertandingan semifinal dini hari tadi sudah pasti anda akan terheran-heran dengan kepemimpinan wasit asal Norwegia ini. Bagaimana tidak, keputusan kartu merah Abidal sangat debatable, belum lagi keluhan Hiddink saat Alves menjatuhkan Malouda yang seharusnya penalti bukan free-kick, dan masih banyak lagi kontroversi-kontroversi dari kinerja wasit yang juga berprofesi sebagai psychologist ini. Bahkan Jimmy Napitupulu akan lebih baik dari pada kinerja Ovrebo.

Dan bukan tidak mungkin Ovrebo akan mengundurkan diri seperti yang dilakukan Anders Frisk, wasit Swedia, yang juga pernah memimpin pertandingan Chelsea dan membuat keputusan kontroversial. Anders Frisk mundur akibat teror pembunuhan dari fans Chelsea yang kecewa dengan kepemimpinannya kala itu.
Saya cuma mesam-mesem saja melihat Drogba begitu emosional memprotes wasit Ovrebo bahkan hingga pertandingan telah usai. Drogba akhirnya dikenai kartu kuning akibat aksi nekad nya tersebut. Maklum usia Drogba sudah 30-an belum tentu musim depan dia bisa ke final Champions lagi.

Mengapa Sepakbola bisa digemari hampir miliaran orang di dunia (kecuali Amrik, Gak Gaul dia!)

Tidak ada sepengetahuan saya dalam cabang olahraga manapun tim dapat lolos ke final dengan modal skor 1-1 ! dan hanya di Sepakbola dominasi nyaris 90 menit pertandingan berjalan dan Final sudah didepan mata musnah akibat gol semata wayang yang memperoleh away goal. Itulah muncul idiom "bola itu bundar" dan "Jangan Menyerah Hingga Peluit Panjang Berbunyi". Dalam Sepakbola level tertinggi pemain mempertontonkan aksi-aksi terbaiknya, segudang kreatifitasnya, sepenuh konsentrasinya dan pelatih meracik talenta-talenta ini menjadi sebuah tim. Bola mengalir dari kaki ke kaki, peluang tercipta dan gollll diteriakkan. Benar-benar menguras emosi jiwa ketika tim kesayangan kita berlaga. Tidak heran belum ada dalam sejarah Olahraga dunia pendukung tim basket NBA bentrok dengan aparat, apalagi ricuh sesama penonton, apalagi membakar GOR. Semua tidak lain karena Sepakbola begitu unik, menumbuhkan fanatisme luar biasa namun tetap kita tidak sepakat koq sama Anarki, hehe..
Maka perhatian penikmat sepakbola seluruh dunia akan tertuju pada final liga Champions antara MU dengan Barcelona. Menyitir kata komentator bola seusai pertandingan semifinal dini hari tadi "Jika Barca juara Champions maka inilah kemenangan sepakbola indah, sepakbola atraktif dan sepakbola menyerang".

source picture:
1). Detiksport
source info and minutes per minutes match analys :
1). The Guardian

Rabu, 01 April 2009 0 Comments

Journal 06: Petuah Hidup

Pembaca yang budiman setelah sekian hari sengaja tidak memposting dulu untuk memberi eksposure buat postingan Belanda maka akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan menulis kembali.

Kali ini tidak banyak tulisan yang akan saya share dengan pembaca sekalian tapi gambar dibawah ini yang akan bercerita banyak kepada anda semua.




Bahasa Indonesia nya kurang lebih begini :
" Hidup untuk mengumpulkan bekal untuk hari besok (kematian.red), Dunia ditumpuk-tumpuk (maksudnya mungkin numpuk harta.red) padahal besok belum tentu dapat (maksudnya ngejar harta belum tentu dapat tapi udah pasti mati.red) justru harta yang ditumpuk malah mukulin kita besok"


Sungguh bahasa Indonesia yang cerai-berai pemirsa :D hahaha..
Silahkan diambil hikmahnya..




Rabu, 18 Maret 2009 0 Comments

Life in Technicolor II - Coldplay

Akhirnya i'm able to watch Life in Technicolor II punya Coldplay. To be honest! this videoclip bener-bener awesome dan punya konsep yang berbeda. I think ini comeback yang paling keren dari Coldplay setelah Album "A rush of Blood to The Head" including single hits nya "The Scientist" itu. Congrats buat Coldplay..



People comment :
very witty and satiric video from coldplay..
great..


jadi inget video johan dan eni



This song is perfect.


Looooooooove don't let me go...



Opening dari pentas puppet Coldplay



Genius..isn't it hehe



Ini puppetnya Chris Martin on the show



Video Klip Life In Technicolor ii sudah dirilis dalam versi yang unik yakni penampilan Coldplay sebagai boneka wayang/ puppets, dengan sutradara adalah Dougal Wilson, ada juga penampilan cameo dari "Coldplay's elusive fifth member" yakni Phil Harvey. Opening lagu ini macam alat musik string dengan dentuman "gendang"..sangat ethnic kalo pendapat saya. So what do you think ?!

All Comment pasted from http://blogroll.dailywhatnot.com/simf/?p=51 and www.last.fm




Minggu, 15 Maret 2009 0 Comments

Journal 05: Fresh Graduate yang Kecewa (Kompas 15/03/09)


Ini surat pembaca di kolom psikologinya kompas. Menurut saya ada hikmah yang bisa saya ambil dan sekaligus pembelajaran sebelum menghadapi dunia kerja.
Saya adalah lulusan terbaik Sarjana dari jurusan terfavorit di Universitas terkemuka di Indonesia. Sekarang sudah 6 bulan dari tanggal wisuda saya dan saya masih belum mendapatkan pekerjaan yang saya impi-impikan. Pekerjaan yang saya inginkan adalah bekerja di perusahaan yang memiliki reputasi baik di masyarakat, merupakan bidang yang saya minati dan tentu saja memberikan penghargaan yang layak. Selama ini bukannya saya tidak pernah di terima kerja, tapi semua employer tidak mampu memberikan apa yang saya inginkan. Selalu saja ada yang kurang sehingga saya hengkang. Saya terkejut dengan kenyataan bahwa gaji yang mereka tawarkan selalu lebih rendah dari UMR. Padahal beban kerjanya 6 hari seminggu dan 8 jam sehari. Saya sangat kecewa dan tertekan. Susah payah saya lulus kuliah tetapi tidak sebanding dengan fasilitas yang saya dapatkan!


Psikologi Kompas Menjawab :
1. Sikap hidup dan sikap mental anda harus diperbaiki. Menghadapi situasi yang serba sulit seperti sekarang ini anda harus bersyukur masih bisa mendapatkan pekerjaan walaupun tidak sesuai dengan yang anda impikan. Banyak pekerja saat ini bekerja hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup. Dengan menyadari dan mensyukuri apa yang anda terima, anda akan lebih sabar dalam menjalani kehidupan anda.
2. Situasi perekonomian sedang sulit, sampai maret 2009 saja sudah 30.000 karyawan di PHK. Yang terpenting adalah anda harus masuk dan berkompetisi karena hanya cara itu yang membuat anda dapat bertahan.
3. Selain itu anda juga dapat mengembangkan imajinasi dan pikiran anda untuk secara kreatif melihat peluang yang muncul, seperti membuka usaha sendiri
4. Akhir kata tekuni saja apa yang ada di depan mata anda saat ini.





Jumat, 13 Februari 2009 0 Comments

Muak dengan Caleg


Sebenarnya apa sih yang diinginkan para caleg saat ini?
Berlomba-lomba dengan jor-jor an dana kampanye
Bahkan hingga taraf miliaran rupiah!
Dengan penuh semangat meyakinkan rakyatnya..
lewat janji-janji yang belum tentu terealisasi

Seorang caleg berkata "Kalau saya terpilih, saya akan memperjuangkan anggaran pendidikan 20%"
Caleg lain berkata "kalau saya terpilih, saya akan mendengar aspirasi rakyat"
Jadi kalau hanya terpilih saja mereka berjuang untuk rakyat jika tidak terpilih selesai sudah!


Maka pilih lah caleg dengan figur yang memang konsisten memperjuangkan rakyat, bukan tipikal yang berteriak-teriak lantang saat mendekati pemilu saja!
Pilih Caleg yang sebelum jadi caleg memang telah berjuang bagi rakyat..

Negeri ini memang blangsak,
ketika caleg-caleg penuh rekayasa, korup demi perebutan kekuasaan.. GOLPUT justru divonis Haram !!
Artinya mau tidak mau suka tidak suka contrenglah para caleg-caleg yang saat ini kurang lebih sama dengan pendahulu-pendahulunya. Pendahulu yang suka malas datang bersidang, asik kawin sana sini, dan asik kejar setoran lewat proyek-proyek.




Rabu, 04 Februari 2009 2 Comments

Journal 02: Even Beckham Start From The Bench



Dunia saat ini menjadi serba instan, skema "menjadi kaya dengan cepat" atau "kaya tanpa kerja" terlihat begitu menggiurkan dan tampak sangat menggoda. Mie goreng yang instan pula nampak menggiurkan dan menggoda setiap orang untuk mnikmatinya bukan? Namun semua seringkali sesat dan menipu!
Millenium dimana banyak individu-individu berperilaku secara otomatis, yang kepribadiannya telah dikarbit sedemikian rupa melalui kursus-kursus kperibadian sehingga senyumnya begitu sintetis, percakapan tanpa makna dan manipulatif. Semua dengan satu harapan mencari jalan pintas, dengan menambal sulam kperibadian, demi keuntungan pribadi. Sangat mudah menemui bentuk-bentuk praktek seperti itu saat ini, dunia penuh dengan muka-muka pria wanita pencari jalan pintass, berharap dapat melompati satu atau dua fase pertumbuhan demi menghemat waktu atau tenaga namun tetap mendapat hasil yang diharapkan(malas). Praktek ini terjadi di semua sendi kehidupan individu, keluarga, perkawinan dan organisasi.
Padahal secara alamiah alam mengajarkan prinsip tumbuh dan berkembang. Pada masa balita, seorang anak belajar untuk berguling, duduk, merangkak, kemudian berjalan hingga berlari. Tiap tahap penting dan membutuhkan waktu. Lalu apa yang terjadi jika kemudian kita memintasi sebuah proses dalam tahap tumbuh dan berkembang? Ambil contoh kita adalah pemain tenis yang baru 3 bulan berlatih kemudian terjun ke dalam game tataran tenis profesional, apa yang terjadi? Apakah dengan berpikiran optimis, yakin dan positif (kepribadian manipulatif) akan mampu mengantarkan hasil yang diharapkan?

Jawabannya tidak akan bisa. Hukum alam sudah jelas, tidak bisa melawan hukum alam tersebut. Setiap tahap tumbuh dan berkembang bukan untuk dilanggar atau diabaikan!
Maka jika berada di tingkat dua dan hendak ke tingkat lima maka lalui tingkat tiga terlebih dahulu..
Perjalanan Seribu mil dimulai dengan langkah pertama...
Hindari jalan pintas pada proses alami pertumbuhan, jangan pernah "membeli" budaya produktifitas, kualitas, semangat kerja dan peningkatan penjualan dengan gaya bicara kuat, latihan senyum dan bahagia buatan, kata-kata manipulatif, merger, akuisisi, kekerasan,paksaan, karena pondasi ini begitu lemah mengungkit kepercayaan sehingga malah akan mendatangkan kesuksesan semu.

Lihatlah Beckham, seorang superstar sepakbola, he starts from the bench! Dan tidak straight into the game..
so respect the process..


Kamis, 01 Januari 2009 0 Comments

The Brightside of Todays Financial Crisis

Many economist around the world agreed that people in 2009 have to face the global financial crisis which is put Indonesia in a great depresion similar to 1998. But i found a little fact that might made us to say "Hey!even in the worse situation, there always a good things happen also". As a conclusion, just keep your self optimistic facing 2009, don't bother with bad prediction that many expert assumed. This slide from slideshare is really cool, check it out :D


So what do you think?
slide presentation by : mr.Azar123, love it!



Rabu, 17 Desember 2008 3 Comments

Bush and a Pair of Shoes (Christmas is Coming!)

This ain't a cristmas present from Santa to Bush, and also this ain't any other fiction story!

On a fine sunday at the end of his diplomatical journey in Iraq, Bush was attend the conference along with Iraq PM Nouri Al-Maliki and spoke about the recent agreement between US and Iraq. And suddenly an Iraqi Journalist named Muntadar Al Zaidi stood up and threw his shoes to Bush face while shouting word "dog" in arabic. Altough he didn't hit the target but it really a shocking moment for US President. Mr. Maliki, The Iraqi PM, also lost his word for describing that accident. In Iraqi tradition, throwing a shoes to someone else is a humiliating act! it's a symbol of dislike, or anger to others.
Zaidi, The Al- Baghdadia journalist, was arrested after the incident. His action became an international highlight and trigger a pro-contra among the Iraqi people. Some believes that Zaidi must be release because it is a symbol of freedom.
Hugo Chaves, Columbian President said "I didn'nt push anybody to throw shoes to others, but Zaidi is a really brave man"(Tempo,17/12)




In a weird behave, Bush thought that it is an interesting accident and believe that it is the most strange thing ever happend as US President (And i bet no other President ever face it!).
Well i think Iraq people have really implementing freedom to their land. And it is a sign that US have succesfully placing a democracy in the land of Iraq. Good Job Bush! i think more people will get really inspired with what zaidi doing, so don't be shell shock if you will see many shoes up in the air, it is symbol of freedom of Thinking, freedom of Speech and Freedom to do anything, right Mr Bush ??
Source Picture: CBC, Cache Boston.
Link : inilah.com, kompas.com
Senin, 15 Desember 2008 4 Comments

Reality Show Belakangan ini...

Disela-sela mengerjakan revisi, menonton tivi menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan lagi. Kalau dulu jaman masih aktif kuliah dan berorganisasi, nonton tivi mungkin hanya jam 21-22 atau jam 6-7 pagi. Kalau gak ada tayangan bola ya rasanya tidak ada keinginan untuk berlama-lama didepan tivi.
Televisi, yang mulai diteliti sejak tahun 1883 (link), menjadi salah satu alternatif hiburan rakyat yang murah meriah. Hampir sebagian besar rumah tangga Indonesia memiliki televisi. Televisi merupakan media audio visual yang mampu merebut 94% saluran masuknya pesan–pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia yaitu lewat mata dan telinga.

Dwyer (1988) mengatakan televisi mampu untuk membuat orang pada umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar di layar televisi walaupun hanya sekali ditayangkan. Secara umum orang akan mengingat 85% dari apa yang mereka lihat di televisi, setelah 3 jam kemudian dan 65% setelah 3 hari kemudian.
Televisi adalah the most seductive,the most persuasive, the most influential from of mass communication (Fred Allen, Cross, 1983)

Hmmm..televisi bener-bener merupakan media promosi yang luar biasa...
Reality Show
Salah satu bentuk acara televisi yang sedang naik daun di Indonesia adalah tayangan reality show.
Reality Show adalah suatu acara yang menampilkan realitas kehidupan
seseorang yang bukan selebriti (orang awam), lalu disiarkan melalui jaringan
TV, sehingga bisa dilihat masyarakat. Reality show tak sekadar mengekspose
kehidupan orang, tetapi juga menjadi ajang kompetisi, bahkan menjahili orang
(Widyaningrum dan Christiastuti, Agustus, 2004).

Di hampir setiap channel televisi Indonesia pasti memiliki satu atau dua program reality show sebagai menu acaranya. Akhir-akhir ini saya mencermati tren makin vulgar dan over expose yang ditunjukkan beberapa tayangan reality show. Kalau dulu Katakan Cinta mengekpos perjuangan seseorang untuk menyatakan cinta (dan menurut saya menarik, lucu dan menghibur tanpa ada adegan berkelahi atau rebut2an cowok atau cewek), kali ini Termehek-mehek (TTM) besutan TransTV menjadi fenomena baru reality show. Biasanya reality show tidak akan mengekspos lebih jauh kehidupan orang atau privasinya contohnya kalau besutan SCTV sih, yang acara comblang-comblangan gitu paling cuma tau data-data berkisar nama, rumah dan tampangnya mereka aja. Tapi di TTM kita bisa mengikuti kisah-kisah yang bisa dibilang sangat private, dan menyangkut aib seseorang. Lhoh bagaimana bisa? meskipun TTM ini memfokuskan diri pada pencarian orang hilang, namun dalam banyak episode yang terjadi adalah drama pengungkapan aib seseorang. Orang yang hilang ternyata PSK, atau tukang kawin atau playboy kelas kacang dan masih banyak lagi. Satu episode TTM menyajikan seorang pria beristri yang menghamili cewek lain (klien TTM), malah terpergok sedang pacaran sama cewek lainnya lagi alias ada 3 cewek jadi korban pria itu. Dan pria ini diekspos gitu aja depan kamera. Alias jutaan mata pemirsa Indonesia menyaksikan tingkah polah si Buaya. Apa gak namanya buka Aib ni?

Sejenis dengan TTM acara di RCTI dengan titel Mata-Mata bertujuan memberikan bantuan klien untuk membuntuti dan memata-matai (ya namanya mata2) kegiatan orang yang diminta oleh klien. Si kroban di ikuti selama tia hari dan setiap kegiatannya di record dengan kamera untuk dilaporkan ke klien.

Kalau Orang Ketiga, acara di mana ya lupa!, ini malah lebih "ngeri" lagi, dan bahkan mempersenjatai diri dengan "pen camera" dalam setiap aksi-aksi pembuntutan atau pencarian informasi. Alhasil ada juga yang kepergok lagi selingkuh di kamar, ada lagi yang begini dan begitu hehehe Wes semacam gak ada lagi yang namanya privasi!
Okeh kayaknya malah kebablasan nggiring pembaca untuk menonton acara diatas yach!!,hehe

Kesimpulan
Saya memang tidak membahas masalah keaslian tayangan reality show di Indonesia, karena terus teranng di dunia showbiz kayak gini semua masuk daerah "abu-abu", benar- salah jadi tidak ada pembatas yang jelas. Saya malah cenderung menyoroti masalah overexpossed yang ditujukkan oleh Reality Show generasi baru diatas.
Memang asik sich nonton acara yang dilabelin reality show tersebut karena memang terkadang menyuguhkan sebuah jalan cerita yang kadang unexpected banget. Namun lagi-lagi terkadang saya jadi bertanya-tanya bukankah ini berarti sesama kita sudah saling tidak bisa menutup aib saudara kita sendiri? bukankah jika ini terjadi kita ibarat makan daging saudara kita sendiri?? Lalu?
Meskipun saya bukan Muslim yang baik tapi koq saya merasa ada yang tidak benar dengan fenomena reality show dewasa ini.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat; barangsiapa memudahkan seorang yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat; dan barangsiapa menurutpi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan Akhirat; dan Allah selalu akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” H.R. Muslim.

Bagaimana menurut anda?

Source foto:
1. Taufik
2. bocah iseng
(Source Televisi& Reality Show literatur:
1. petra file
Jumat, 25 Juli 2008 0 Comments

Aduh Peni maneh rek !! (setelah coblosan tgl 23 kemaren)



Sebenarnya di TPS saya yaitu TPS 08 Tlogomas Malang justru pemenangnya adalah HATI alias Hasanuddin Latief, dan Peni-Priyo hanya diurutan kedua disusul Subchan-Nur Chozin. Namun itupun tidak terpaut jauh dan seperti kabar2 yang kencang berembus di warga bahwa Peni memperoleh kemenangan hampir di 50 kecamatan di Malang!! dan gak perlu nunggu hasil resmi perhitungan KPU, Quick Count juga menunjukkan bahwa Peni, walikota incumbent, bakal meneruskan memimpin malang 5 tahun kedepan.Lebih Fantastisnya lagi menang dengan presentase suara hampir 40% artinya Peni menang mutlak !!

Sedangkan gacoan saya malah cuma dapet peringkat ketiga. Ya!si Subchan itu.Padahal saya dah berharap si doi bisa merealisasikan janji-janji kampanye nya, seperti yang saya kutip dari situsnya subchan

[Malang, 19 Maret 2008] Pohon-pohon besar itu sudah tumbang, kawasan pertanian disulap jadi perumahan, pusat-pusat perbelanjaan, plaza dan hypermarket. Udara sejuk, pemandangan indah dan birunya gunung yang mengitari Malang sulit dinikmati lagi. Malang yang pernah dijuluki Parijs Van Java sudah banyak berubah. Memang perubahan adalah sebuah keniscayaan, namun, inikah perubahan yang diinginkan warga Malang?

Deretan nama-nama besar pembangun kota Malang masih terpatri jelas dan menjadi artefak di memori laten kita. Merenda zaman semenjak para tokoh, ksatria, Begawan dan rakyat mengambil peran pada berdirinya kerajaan-kerajaan di Malang. Bagi kami, Malang masa lalu menjadi tamasya kebanggaan heroik dan mengharumkan sekaligus memiriskan ketika ia menjadi lentur dan tergerus oleh zaman yang keras memipil karakter kultural masa kini.

Dalam bacaan kekinian kita, Malang mengalami kemerosotan total dalam berbagai segi, seperti budaya, intelektualitas, bahkan agama (beserta nilai moralnya). Ketika daerah-daerah lain kini berpacu dalam lintasan peradaban merebut supremasi ekonomi dan kesejahteraan rakyat dalam konteks kemandirian lokal (otonomi daerah).

Dan kini, jelang Pilkada kota Malang. Kita diingatkan kembali atas spirit leluhur tentang; pembangunan ekonomi, partisipasi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Juga nilai-nilai kultural wong Malang yang kuat mentradisi di atas semangat yang kuat untuk menjadi cerdas, bijaksana, dan berhati nurani..

semuga Quick Count nya gak bener! amieeeennn hahahahahahhhhahahahah...
Jumat, 16 Mei 2008 0 Comments

Indonesia tenggelam perlahan

Ini gak da kaitannya ama tanah jakarta yang konon ambles hingga 30cm, ini juga bukan fenomena hilangnya pulau-pulau kecil akibat amblasnya es di kutub akibat global warming
. Tapi ini adalah tulisan tentang Indonesia yang tenggelam dalam belitan kesulitan ekonomi dan keadaan bangsa yang carut marut, yang tenggelamnya begitu tak kasat mata.
Tulisan ini muncul menanggapi begitu banyak perang opini pro dan kontra dari keputusan kontroversial pemerintah menaikkan BBM. Kalo anda mau baca berita tentang rico ceper dan stachy yang heboh itu, bukan disini tempatnya,,hehehehe...

saya memilih untuk tidak terlibat antara pro dan kontra kenaikan BBM karena percuma, BBM uda pasti naik, entah dengan dalil apa dan sepanjang yang saya tau baru sekali ada pemerintahan indonesia merevisi kenaikan BBM, jaman megawati dulu.Percuma lah mengharapkan pemerintah dan DPR peduli sama rakyat, wong buktinya anda liat dewe kan, gaya hidup mereka tetep ekstravagan meski mereka bilang kondisi ekonomi indonesia itu buruk. Liat aja mobil-mobil dinas mereka!?apa sudah mencerminkan APBN yang konon mau jebol??
, para pemimpin negeri ini bener-bener sudah tidak mewakili dan bukan contoh panutan bagi masyarakat. Kalo emang ngajakin berhemat, kencangkan ikat pinggang naik dulu mobil-mobil kayak gini, Bosz!!!

Makanya daripada kita sibuk menghujat para wakil dan pemimpin kita,yang da mati rasa dan mati telinga, kita sebagai masyarakat harus mandiri!!! kemandirian lah yang mampu membuat kita tetap bertahan di jaman serba susah seperti ini. Kemandirian itu bisa diwujudkan dengan beberapa hal, (kompas, 16/5/08) menceritakan tentang penggunaan teknologi sel surya sebagai alternatif pemakaian listrik dari PLN, bentuk laen kemandirian juga dari pemakaian kotoran sapi untuk menjadi pengganti LPG. Dan bentuk kemandirian yang saya sudah lakukan adalah tidak lagi menggantungkan telpon rumah hanya pada TELKOM, sekarang kan HP CDMA da banyak!!!biar telkom tu introspeksi, biar PERTAMINA tu ngaca, biar semua BUMN pada mau berubah tidak sekedar jadi sapi perah untuk korupsi berjamaah!!
Kemandirian juga bentuk demokratisasi tenaga listrik, kemerdekaan berkomunikasi sehingga gak da lagi cerita rakyat terjepit!
Sekarang tinggal bagaimana kita memulai demokratisasi (meski saya gak suka kata-kata ini, tapi at least cukup mewakili dan mudah dipahami)untuk menghindar dari ketergantungan berlebihan kepada pemerintah.
Tenaga sel surya butuh biaya sekitar 1 milyar untuk menerangi 3-4 rumah, busyeeeeettttt , ya saya tau sampeyan langsung pada sambat, koq mahal banget investasi nya!ya iyalah jeunk, secara juga barang impor semua, except ada produsen dalam negeri yang merakit dewe, mungkin jatuhnya lebih murah, tapi mohon kita lebih bijak dan lebih melihat kedepan. Investasi 1 milyar itu untuk kurun waktu 40 tahun !! 40 tahun jeunk!!!
yap i know dude!!

menurut kompas lagi, Listrik dari sel surya akan semakin kompetitif ketika harga bahan bakar minyak terus melambung. Saat ini harga listrik dari sel surya memang masih di atas harga listrik yang diproduksi dengan bahan bakar minyak, tetapi diperkirakan dalam 5-10 tahun mendatang kondisinya berbalik.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah membuat estimasi produksi listrik perkantoran atau komunitas dari sel surya berkapasitas 10.000 watt dengan investasi Rp 645 juta saat ini. Diperhitungkan, usia produktif peralatan sampai 15 tahun, maka harga energi listrik mencapai Rp 5.000 per kilowatthour (kWh)—rata-rata, berarti harga flat tidak naik selama 15 tahun. Ini lebih mahal dari listrik yang dihasilkan genset diesel saat ini, Rp 2.666 per kWh—yang selalu akan naik sesuai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi BPPT Arya Rezavidi kepada Kompas, Senin (5/5) di Jakarta. ”Sekali pemasangan sel surya memang menelan investasi besar. Tetapi, operasionalnya menggunakan bahan bakar sinar matahari yang gratis, tidak butuh pembelian bahan bakar seperti minyak yang harganya akan terus naik,” kata Arya.

Di Jerman sudah jamak warga menggunakan sel surya untuk penerangan walhasil mereka gak pernah bingung kudu bayar tiap bulan dengan gaji yang pas-pas an, asal tau aja sinar matahari gratis Cing!(ya iyalah!!)

Jadi bagaimana dude?jeunk?om?mbah?adek? kita idup jaman modern, ngakunya gape teknologi, paham ma chating, paham ma i-pod, dopod, dan suka nonton cepot! tapi kita ini masa hidup di jaman kegelapan !
sadar gak si kita?belahan dunia laen uda sophisticated uda step ahead !
dan jangan pernah bilang mereka lebih pintar dari kita, ini buktinya!!
yang ada kita ini gak maksimal dalam mengelola kehebatan negeri sendiri..
maka itu sodara-sodara pemilu 2009 nanti pilih pemimpin yang berani bersikap, yang muda, yang mendobrak segala kementokan, merubah paradigma, dan menumpas orang-orang gak kompeten yang selama ini "mengangkangi" negeri kita!! memang ada ya capres yang kayak gini ???!!!
Maka dari itu betul katabobby meidrie :
"it's better to light a candle than cursing the darkness"

A huge thx buat :
1. http://herymart1.blogspot.com/
2.
http://kompas.com/
3.
http://pelangi.or.id/
4.
http://sinarharapan.co.id/
5.
http://beritabatam.blogspot.com/
6.
http://niasonline.net/

Jumat, 02 Mei 2008 0 Comments

The Rise Of Asia





When Tata, one of the largest company based on India, announced their bid to both world wide otomotive brand, Jaguar and Land Rover from Ford, i believed that the world are marching to the new age. But this is not a single story, China remarkable improvement on economic bring them to be an outstanding industrial countries in the world, Robotic technology possed by Japan and also their step ahead technology, and many other potential possess by other Asian include; fuel, forest, mines seems firming my believe.
Living under tyran colonialism for centuries really affect most of the Asian country background. After being abandon by their master, these country must estalished a brand new indigene civilization although they have to bear inadequate social institute, potential chaos, poverty and much more other social polictical challenge. No wonder that half of Asian are still in the developing stage, and they are ultimately far behind the european and western country.

Japan is a role model of succes which is very unique as an example how a country come back from a nearly total destruction, after losing World War 2, into second largest economy in the world. This succeed can’t be seen as easy and simple achievement but it’s a combination of multiple factors. Those factor is skillfull policies management, free acces to market, highly motivated business leader and workers. Japan rapid development somehow envigorates the spirit other Asian to follow it. Noticed that after Japan recent wake, Hongkong, Korea, Singapore and Taiwan are joining the forerunner. Having solid and stable government support with high-quality labor force make everything seems possible. The Asian wave are set to spread their virus to influenced everyother Asian to follow their remarkable economic development.
But the story just begun, Asian faced a real test, during the 1997-1998 Asian financial fall to a collapsed. The massive and volatile money flow deemed to be the main cause, followed by weak banking system with inadequate supervising brought all the blooming economy growth in halt. Economic expert comment that Asian government have miscalculated the enormous effect of the globalization. Triggered by U.S that forced Asian government to open their market despite the Asian economy, honestly, not strong enough. Asian goverment neglect the sequence process that must be followed before joining the global market.
Asian learn a lot from every tragedy, every up and down, and know had shown maturity and passion to get along with europe and western. Their massive infrastructure development, good corporate goverment, though corruption still plaguing, are pretty evidence of the evolving Asian. The major question is where is Asia heading know?


Many believed that this is the Asia decade, we are about witnessing the most developing region in the world. Having about half of total human population, which is absolutely a huge market opportunity, adequate energy, high-quality bussiness leader and worker, it seems nothing can stop them. But without any strong leadership, Asia would forever be the world second best player.
Asia is the region with a huge diversity. But as a matter of fact, there is a phenomenon that the regional dynamism common in economy. This region shared same aspiration to development. They are trying to following forerunner path of success build by the Asian four tigers. A regional cooperative is seen as a possible solution to directing Asia.
The regional cooperative among Asian nations is not a brand new solution, but yet still relevant with current condition. This regional meeting purpose is for the member of the meeting to prepared before joining the globalizing world. Would this meeting significant to the future of Asia ? in my opinion, yes it is! The word economic today put so much dependancy to the U.S economy, which is today’s U.S economy facing a serious problems. The mortgage scandal and improporsional iraqi war budget put U. S into a worst economic crisis. In 2005, the U.S current deficit reached US$ 800 billion! But before taking the new world order, Asia should focus themself in environmental protection, human security, cultural exchanges, energy conservation, research and education. No matter how long it will takes to accomplish those substantive issues, but its a mandatory assignment that would never neglect or the Asian dream would never come true.
I’m canvassing the Japan role is really esssential for most of this region member. As matter of fact, many of the Asian still struggle to face the world globalization era. Some are still poor, with income less than $1/ day, some still underdevelop and their education are left behind. As a relatively wealthy country, Japan should step up and take a responsibility to help them. Today there is enormous Japan scholarship program, Japan soft loan program, and Japan investment to help other underdevelop country. Japan should also grant a technology transfer to help other nation, such as: Indonesia, Bangladesh, Philipines, etc, to quickly adopted and applying for the country development. China, Taiwan, Hongkong should join this regional development program. They should aid and guiding other Asia country. Because the future of Asia lies in their hand.
At the end, the main task and it is pretty urgent is a total reform in institutional building before entering the globalizing world. A proper economic structure must be build upon a stable political condition. And for the regional, urgent task is sustaining regional meeting to aid underdevelop country and strengthen regional cooperation. Because when globalizing world reveal, the trade barriers are nothing.
*) thx for the pic =1.photo.net 2.Guebukanmonyet.wordpress.com
 
;