Bilamana 24 Jam Sehari Terasa Kurang

Dan Jikalau hidupmu tampak susah untuk dijalani . manakala 24 jam sehari terasa masih kurang ... ingatlah akan toples mayones dan dua cangkir kopi. [...]

Meliora Cogito

Sejak pertama kali aku melihatnya waktu itu aku telah jatuh hati padanya. Cinta pada pandangan pertama. Rasa-rasanya sudah lama kebahagiaan jatuh cinta lagiku terperangkap dalam sebuah peti yang terkunci mati[...]

Ibuku Sayang

Ibuku adalah center of universe di keluargaku,pemegang hak mutlak veto, menteri keuangan, legislatif, head of budgeting, psikiater kawakan, tabib gigi, feodalis[...]

One Republic | Good Life

When you’re happy like a fool/Let it take you over/When everything is out/You gotta take it in(pict source: http://www.sweetslyrics.com)[...]

Senin, 30 Januari 2012

The Beginning of The Road

Al-ilmu murrun syadidun fil bidayah, wa ahla minal asali fin-nihayah

Proverb Arab ini benar-benar sakti, ilmu itu pahit diawal dan manis diakhir adalah shahih bukhori muslim! Perjuangan selama hampir 14 bulan yang berdarah-darah, direwangi nibo-tangi (jatuh bangun.red), putus cinta, jarang pulang, jarang pacaran, tersia-sia, mata makin minus,terbayar lunas di medio Januari 2012.

Yes, Man! Aku finish diurutan pertama program MT milik salah satu perusahaan BUMN. Sebuah pencapaian tertinggi selama lebih dari seperempat abad menginjakkan kaki di bumi, sebuah balas budi kecil kepada Ayah dan Ibu atas kepercayaan mereka selama ini, sebuah milestone, sebuah kebanggaan, sebuah prestasi setelah lama puasa gelar sejak jadi no#1 Danem jaman sekolah dasar. Aku bahagia, haru luar biasa. Selama prosesi wisuda, tak henti aku berucap syukur kepada Tuhan atas prestasi ini. Mataku berkaca-kaca ketika mengenang jaman aku wisuda universitas dimana aku 'hadiahkan' kepada orang tuaku satu kali NASAKOM, satu nilai 'D' dan urutan no #25 dari 35 wisudawan angkatan kuliah saat itu, sungguh jauh dari membanggakan!!

Green Graduation

Sebenarnya tidak ada yang istimewa baik otakku maupun cara belajarku, semua aku pikir aku jalani secara normal, aku tidak mati-matian belajar, tidak mendadak ansos, masih doyan ngeluyur, begadang nge-game dan aktivitas-aktivitas lain yang normal. Satu hal yang membuat berbeda adalah antusiasme dan semangatku selama menjalani masa pendidikan. Modal dasar yang aku pegang hingga maut menjemput. Bukan Perjalanan mudah buatku akhirnya bisa bergabung dalam program MT ini, aku harus 'ngangsu-kaweruh' dulu setahun dengan PT.PVMI Jakarta, merasakan bahwa Ibukota lebih kejam daripada Ibu Tiri, bail-out ijazah dari HRD, hingga nyaris kesruduk busway cempaka putih. Plus restu Ayah dan Ibu di kampung yang makin memantapkan hatiku.

Dalam program ini lulus atau tidaknya seorang siswa ditentukan dari berhasil atau tidak Ia menjawab pertanyaan dari pejabat eselon 1 di perusahaan ini. Istilahnya kompre direksi. Ibarat gemilang sepanjang Tahun, namun patah terbelah ketika dihadapan Direksi ya sia-sia saja. Rangking nya bagus selama pendidikan, tapi pas diuji depan direksi megap-megap ya percuma juga. Jadi sangat menentukan sejam kompre direksi terhadap masa depan si-siswa tersebut.

Semenjak tidak ada garansi rangkingnya baik, pun nasibnya baik didepan Direksi, maka malam sebelum aku maju kompre, aku sempatkan menelpon Ayah.
" Yah, aku besok maju kompre, mohon doa restu ya" kataku.
" Piye persiapanmu, wes mantel durung?" jawab Ayah.
" sudah disiapkan secara maksimal Yah, tapi ilmu ini ibarat laut dalam, makin diselami makin tidak ketemu ujung pangkalnya Yah. Ayah sama Ibu yg Legowo, apapun yang terjadi, aku sudah maksimal"

Aku baru tahu, kawan, akibat perkataanku itu, malam itu Ayah dan Ibu di Malang mendadak galau. Keduanya bertanya-tanya, kenapa aku jadi pesimis begitu, kenapa malah jadi semacam tidak yakin. Ibu bercerita padaku, di malam itu, Ayah menyempatkan bangun malam, membangunkan Ibuku juga untuk kemudian mendoakanku dalam shalat malamnya. Ayah dan Ibu juara satu!

Aku bisa, kamu-pun (pasti) Bisa

Sungguh Tuhan Maha Berkuasa, kompre-ku berjalan lancar, meskipun digencet mentally, dikuyo-kuyo tapi aku inget betul pesan Ibu sebelum aku berangkat kompre "kamu jangan sombong harus rendah hati dan jangan ngenyel". Aku rasa kegalauan Ayah dan Ibu malah justru membuat segalanya nampak dipermudah buatku. Aku dinyatakan lulus dari pendidikan. hatiku girang bukan kepayang.

Dalam satu kesempatan di dalam acara Wisuda, aku didaulat untuk menjadi perwakilan siswa memberikan sambutan penutup, kesan dan pesan selama pendidikan. Suatu kebanggaan tersendiri buatku dapat berbicara di depan para Bos-Bos besar Perusahaan. Kebanggaan yang semestinya bisa aku bagikan memorinya dengan orang tercinta, semacam kekasih atau mungkin istri :D ahh..untuk pencapaian kerja aku terbilang istimewa tapi pencapaian perihal cinta aku masih NOL BESAR.


Maka satu pencapaian mengenai karir sudah tercapai. insyAlloh berkah saatnya melanjutkan perjalanan ke chapter berikutnya cinta dan kasih sayang..hehehe :D

Tahun Naga Air, Tahunnya Quantum Leap ! Semangat !

By Andik with No comments

Kamis, 22 Desember 2011

I do Love Cooking :))

Semenjak "terdampar" di apartemen Puri Casablanca Jakarta, yang ndilalah dilengkapi dengan fasilitas dapur. Maka semenjak itulah hasrat memasak tidak dapat lagi dibendung. Serasa tak puas dengan makanan yang disediakan disini, aku bermodal sayur-sayuran segar, bubuk cabe, nuggets, royco dan seorang asisten ahli memutuskan memasak sop merah pedas dan nuggets.

Junior Masterchef Wannabe

Aku sangat mengapresiasi seorang koki, chef ataupun pemasak amatiran macamku. Buatku mampu meramu berbagai macam rempah-rempah dan sayur-sayur menjadi masakan rumah yang menggugah selera itu sesuatu hal yang "splendid" alias "luarrr biasa" :))

Junior Masterchef lagi beraksi

Memunculkan rasa dari setiap bahan-bahan masakan yang dimasukkan itu membutuhkan ketrampilan, feeling, ada unsur seni di dalamnya! menjaga makan tidak terlalu manis, tidak terlalu asin, tidak terlalu kering, tidak terlalu mentah, well cooked bukan pekerjaan yang remeh. Disini tantangannya, disinilah letak keasikan dari memasak itu sendiri.
Hauce!
Aku rasa ada keajaiban disetiap masakan yang terhidangkan. Aku rasa ada karya seni alias masterpiece yang tidak terbantahkan disetiap makanan yang disajikan

Bon Appetite :))


By Andik with No comments

Rabu, 07 Desember 2011

20 jam di KA Gajayana


Ini adalah oleh-oleh dari perjalanan 20 jam Malang-Jakarta yang aku tempuh dengan menumpang KA Gajayana. Normalnya perjalanan ini ditempuh 'hanya' 14 jam saja, namun kemarin disebabkan ada kereta anjlok diseputaran Madiun sehingga KA Gajayana tidak dapat bergerak selama kurang lebih 3,5 jam lamanya.

Yang menarik dari perjalanan tempo hari adalah percakapanku seputar audio dengan seorang Bapak bernama Willy. Semua berawal dari "Senheisser". Awalnya aku tidak terlalu 'akrab' dengan Pak Willy ini. Namun semuanya berubah ketika saya mengeluarkan PX 80 dan MP3 player.
Pak Willy sontak berucap "Wuahh itu PX 80 ya Mas! yang 600ribuan itu bukan?". Saya jawab "Iya Pak ini PX 80, tapi bukan yang 600ribuan, ini 400an koq". " Bapak koq paham?" "Saya penggemar audio, Mas". Lalu sekonyong-konyong keluarlah Sennheiser HD 202 yang legendaris itu dari saku tas kecilnya. Dan suasana pun langsung cair.

PX 80

HD 202

Kami lalu berbincang seru mengenai audio. Aku memang pendatang baru di belantika per-audio-an, untungnya aku pernah baca majalah "hi-fi" sehingga tidak terdengar newbie banget didepan senior macam Pak Willy. Beliau menceritakan bahwa dia memakai software khusus yang bisa meningkatkan kualitas audio dari mp3 player yang standar. Dia lalu memintaku untuk memakai HD 202-nya lalu terdengarlah sebuah alunan instrumen yang super bening dengan kualitas detail audio yang ciamik. awalnya aku kira itu karena kualitas dari headset HD 202 yang membuat suaranya begitu mantab dikuping, namun Pak Willy menjelaskan bahwa headset itu hanya salah satu penyebab suara bening tadi. Ada satu software yang dibenamkan dalam MP3 player-nya (merk Sansa) yang beliau unduh gratis di situs "rockbox.com". Situs ini menyediakan software yang jika dibenamkan di mp3 player dan setelah di"tuning" dengan benar, maka kualitas audio Ipod paling anyar-pun bukan lagi saingan!

Kami lalu berbincang mengenai keluarga, beliau juga tertarik dengan Blog saya ini (karena saya juga sempet ngutak-atik blog disela-sela perjalanan tersebut). Overall perjalanan 20 jam tersebut berasa tidak membosankan sama sekali :)

Berbeda dengan dua kawan yang juga ikut perjalanan 20 Jam ini. Lihat saja
Ini masih 2 jam di awal perjalanan
Memasuki 10-20 jam perjalanan 

Hehehe... :))

By Andik with No comments

Selasa, 06 Desember 2011

Atas Nama Tjinta

"Kamu gak usah keluar, kamu gak usah bingung, 150 juta itu aku yang nyari, aku juga yang keluar, kamu tau beres" kata temenku kepada 'calon' pasangannya.

Begitulah komitmen sebut saja Jono kepada Jona. Jono rela keluar dari instansi yang sama, rela bayar penalti, demi Jona bisa hidup bersama. Dan aku tegaskan ini bukan serial drama TV, ini riil terjadi di sebuah instansi bukan main.

Tidak sampai disitu saja, Jono sudah pernah melakukan hal-hal gila dalam hidupnya hanya untuk meyakinkan Jona bahwa Jono sungguh cinta bukan buatan. Jono sudah pernah keliling jawa (almost jawa) cuma buat ngrekam ekspresi ucapan selamat ultah buat Jona dr rekan-rekan yg tersebar seluruh Jawa, ini belum termasuk sejuta kebaikan dan perhatian Jono yang tidak tertangkap 'kameraku'. Jono really crazy about Jona.

Dalam hati aku iri dengan kesungguhan seorang Jono, sungguh bukan main apa yang sudah dilakukannya. Jono menantang takdir, Jono menulis ulang takdirnya sendiri,Jona yang dulu apatis sekarang malah jatuh simpatis. Dia 'declare' akan keluar dari institusi demi mewujudkan langkah meminang Jona. Tindakan dia jauh dari sikap pengecut seperti aku.

Alih-alih berperilaku heroik macam Jono, dalam hal mencari tjinta
atau memperjuangkan tjinta, akhir-akhir ini aku sangat konservatif! Main aman, kurang berani, kurang intuitif. Rasa-rasanya aku bukan lagi seorang idealis dan optimis, sekarang lebih pragmatis!

Kemauannya tinggi, tapi ga mau repot ga mau effort *toyor pala sendiri*

By Andik with No comments

Semangat pagi (@yogya)

Gambar Mentari diufuk timur yang saya ambil dari jendela Kereta. Langit Jogja Pagi ini, Semangat Pagi Indonesia :)

By Andik with No comments

Minggu, 16 Oktober 2011

Chris Brown feat Tyga& Kevin McCall ~Deuces

Deuce, derived from French, refers to the number two and is commonly used to refer to the 2 in poker and other card games (Wikipedia)

when someone holds up two fingers symbolizing "peace" when leaving an establishment, "deuces" is often said. (Urban Dictionary)

By Andik with No comments

Senin, 22 Agustus 2011

This Is really a Good Life #26tahun

Tuhan selalu punya cara mengajarkan aku bagaimana memaknai dan mensyukuri kehidupan ini.
Although ini sudah tahun kedua aku jauh dari keluarga namun setiap tahun selalu saja aku temui keluarga-keluarga baru. Luar biasa, benar kata Imam Syafi'i berikut :

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air mejadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan..
Aku temukan teman-teman baru sobat dan kerabat baru. Hanya rasa sukur yang mendalam yang bisa aku haturkan ke haribaanmu Tuhan. Alhamdulillah :)

"Tepat jam 12 :00 WIB"


"My 26 birthday present, Yeay!!"

"Pose dengan baju hadiah #26"

"My BRI's Family"

"Thanks God I Found Them"

Footnote :
1). Terimakasih banyak Reny Mayasari, Tina Hasanah, Harliana, Bagus R.S, Agung S.N, Pramudia W, Aldo S for this beautiful #26 birthday :)

By Andik with No comments

    • Popular
    • Categories
    • Archives